Jatuh cinta itu seperti kupu-kupu yang terbang bebas sesuka hati dan ada rasa bahagia melihatnya. tapi,lebih bahagia kalau kita bisa menerima segalanya yang tidak terkehendak untuk kita. merasakan kegalauan yang pajang membuat aku merasa seperti menyakiti diriku sendiri. sakit memang jika harus mengalah dengan kondisi. tapi,hasilnya akan terasa bahagia berkali lipat ketika kita sudah merelakan seutuhnya.
Namun,lebih indah terasa kalau kita dicintai bukan mencintai. tapi, bagaimana kalau orang yang mencintai kita tidak bisa seutuhnya kita terima. Kenyataannya memang kita tidak ada rasa. sama halnya dia yang kita cintai sama tidak memiliki rasa untuk kita. aku sempat berfikir dan memarahi keadaanku. jelas-jelas dia sering membuat dirinya dalam keadaan bingung. bingung untuk dilanjutkan. namun,cinta dan kesetiaannya masih ada untuk kekasihnya. sedangkan aku disini sudah siap menerima dia apa adanya.
Pada akhirnya mataku terbuka dan melihat segalanya. aku dan dia memang sama. sama-sama dilema dengan perasaan. aku mencintai dia,dia mencintai kekasihnya. apakah aku harus menyerah. sebab aku tak tahu apa dia untukku. menerima dengan keadaan ini sepertinya akan lebih baik. baiknya karena dia pernah hadir di hidupku dan memberikan aku rasa cinta untuknya..
No comments:
Post a Comment